Thursday, October 23, 2008

Di Mana Habib Rizieq dan Abdurrahman Wahid Sebelum Kasus Monas

Apa yang dilakukan Habib Rizieq dan Abdurrahman Wahid beberapa hari sebelum pecahnya bentrokkan di Monas, Ahad, 1 Juni 2008, bisa dijadikan cerminan siapa yang berjuang membela agama Allah SWT ini dan mana yang malah berada di sisi musuh Allah SWT? Inilah faktanya:
Habib Muhammad Rizieq Syihab

Sejak pertengahan Mei 2008, Habib Rizieq memiliki kesibukan tersendiri dengan pengacara Indra Sahnun Lubis, SH, sahabatnya. Keduanya bukan tengah mengurus masalah hukum, namun tengah mempersiapkan seorang selebritis yang mau kembali ke Islam.

Kepada sang artis, Habib berkali-kali menanyakan apakah dirinya memang sungguh-sungguh ingin kembali ke Islam, bukan dengan paksaan atau ada motivasi lain selain hidayah dari Alah SWT. Sang artis, bernama Steve Emmnauel, berkali-kali pula menyatakan keseriusannya dan menegaskan jika keinginannya itu keluar dari hati nuraninya sendiri. Bukan paksaan siapa pun.Akhirnya, pada hari Sabtu, 24 Mei 2008, didampingi oleh Pengacara Indra Sahnun Lubis, Steve Emmanuel mengucapkan dua kalimah syahadat di depan Habib Rizieq, puluhan anggota FPI, dan para wartawan. Setelah bersyahadat, Steve memilih nama baru “Yusuf Iman”. Menurutnya, nama tersebut dipilih Steve alias Yusuf Iman karena terinspirasi oleh Cat Steven, seorang penyanyi ternama Inggris yang kembali ke Islam dan mengubah namanya menjadi Yusuf Islam.
“Alhamdulillah, saya senang, bahagia, merasa excited. Sebentar lagi mau bulan puasa, mungkin ini jadi awal yang baik untuk saya, ” ujar Yusuf Iman usai resmi mengucap dua kalimah syahadat. Kini Yusuf Iman mengisi hari demi hari dengan mendalami Islam bersama seorang Ustadz yang ditunjuk untuk membinanya.

Abdurrahman Wahid
Awal Mei 2008, Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika serikat memenuhi undangan Simon Wiesenthal Center (SWC), sebuah LSM Zionis garda terdepan di AS. SWC akan menganugerahkan Medal of Valor, Medali Keberanian, buat Durahman yang dianggap sangat berani membela kepentingan Zionis di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar dunia bernama Indonesia. Dalam konferensi pers di Gedung PBNU Jakarta, sebelum keberangkatannya, Durahman menyatakan bahwa kepergiannya ke AS selain untuk menerima penghargaan tersebut juga akan merayakan seklaigus mengucapkan selamat atas kemerdekaan negara Israel ke-60. Durahman bukannya tidak tahu jika kemerdekaan Israel merupakan awal dimulainya teror, pembunuhan, pemerkosaan, pengusiran yang dilakukan teroris Zionis Yahudi terhadap ratusan ribu hingga jutaan warga Palestina yang sampai detik ini masih jutaan jumlahnya yang menjadi pengungsi di negeri-negeri sekitar tanah airnya. Tapi Durahman telah memilih posisi sebagai sekutu Zionis-Israel, bukan Palestina.



Acara penganugerahan medali tersebut dilakukan dalam sebuah acara makan malam istimewa yang dihadiri banyak tokoh Zionis Amerika dan Israel, termasuk aktor pro-Zionis Will Smith (The Bad Boys Movie), di Beverly Wilshire Hotel, 9500 Wilshire Blvd., Beverly Hills, Selasa (6 Mei), dimulai pukul 19.00 waktu Los Angeles.

Sebagai tuan rumah adalah Rabbi Mervin Hier (Pendiri SWC dan Rabbi paling berpengaruh di AS 2007-2008), yang dengan tangannya sendiri mengalungkan medali tersebut ke leher Durahman. Durahman sendiri, sambil terus duduk di kursi rodanya, tersenyum dan mencium dengan penuh takzim medali tersebut. Inilah seorang manusia yang bernama Abdurrahman Wahid, tokoh sentral dalam AKKBB.

Sudah sedemikian jelas sekarang, siapa yang memperjuangkan Islam dan siapa yang memilih bersekutu dengan musuh-musuh Allah SWT. Masihkan Anda ragu mengambil posisi dalam perjuangan ini?















4 comments:

Abi Bakar said...

Saya tidak ragu lagi GD memang musuh Allah SWT!

DimasRangga said...

Wallahu a'lam pak....

Tapi melihat sepak terjang beliau yang selalu kontroversial dan selalu membela kepentingan bangsa Yahudi/Israel dan Nashara kita patut bertanya-tanya juga.

Kok bisa begitu ya perbuatan beliau?

Bukankah harusnya kepentingan Islamlah yang dibela bukan malah membela kepentingan musuh-musuh Allah??

Anonymous said...

jangan mengambil suatu kesimpulan apalagi menuduh seorang muslim sebagai musuh Allah, sebelum anda benar2 sanggup bertanggung jawab atas kata2 itu:-).kita bersaudara, maka jangan banding2kan saudara kita dengan saudara kita yang lain di depan saudara kita yang lain,maka nasehatilah saudara yang kita anggap tercela itu dengan jalan yang baik, berbicara dengannya secara langsung, tidak berasumsi negatif, bernafsu, dan menghujat:-)

coba tanya ke wiki apa inti dari islam >> http://id.wikipedia.org/wiki/Islam

DimasRangga said...

Untuk Pak anonymous....

Saya tidak mengambil suatu kesimpulan apapun apalagi menuduh apalagi berasumsi negatif, bernafsu, dan menghujat kepada sesama Muslim.

Tapi saya memaparkan suatu kenyataan, fakta, realita yang ada dilapangan ini loh yang terjadi, ini loh sepak terjang beliau, ini loh yang beliau lakukan selama ini, ini loh cara pandang dan alam pemikiran beliau.

Untuk kesimpulannya tentu ada ditangan saudara-saudara yang semuanya berpulang dari tingkat berpikir, pendidikan dan latarbelakang yang tentunya hasil akhirnya bukanlah objektif tapi subjectif. Jadi untuk kesimpulannya saya serahkan kepada para pengunjung blogger ini sekalian.

silakan baca di:

http://mastersaham.blogspot.com/2008/10/kesalahan-kesalahan-fatal-gus-dur.html

Thanks